Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. Hakikat manusia seutuhnya adalah manusia yang berkepribadian utuh yang dapat menyeleraskan, menyeimbangkan, dan menyerasikan aspek manusia sebagai makhluk individu, sosial, religius, bagian dari alam semesta, bagian dari bangsa-bangsa lain, dan kebutuhan untuk mengejar kemajuan lahir maupun kebahagiaan batin.
2. Hakikat pendidikan adalah upaya sadar memanusiakan manusia muda untuk mencapai kedewasaan atau menemukan jati dirinya yang berlangsung seumur hidup atau sepanjang hayat.
3. Hakikat tujuan pendidikan adalah mengantarkan anak manusia menjadi manusia paripurna yang mandiri dan dapat bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan lingkungannya
2 Saran
1. Pengelolaan pendidikan harus memperhatikan hakikat manusia seutuhnya sebagai subjek pendidikan. Kesalahan dalam memilih pendekatan pendidikan yang tidak sesuai dengan hakikat manusia akan membawa kerusakan dan kesia-siaan
2. Proses pendidikan untuk mendewasakan manusia hendaknya tidak dibatasi oleh waktu, intuisi, atau kepentingan-kepentingan lain yang tidak relevan dengan tujuan pendidikan.
3. Pemangku kepentingan dan pemerintah harus hati-hati dan cermat dalam menentukan tujuan pendidikan nasional karena akan menentukan arah pendidikan secara keseluruhan.
4. Pendidik dan semua orang yang mempunyai kepentingan dengan pendidikan harus memperhatikan hakikat manusia, hakikat pendidikan, dan hakikat tujuan pendidikan.
wassalam ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar